
Petunjuk Nabi Tentang Minum
Mungkin tidak banyak dari kita yang tahu, bahwa metode atau cara minum saja bisa menyehatkan dan membuat badan bugar. Inilah contoh teladan yang bisa di ambil dari kebiasaan Nabi Muhammad pada waktu itu. Sedikit dari kisah ini mungkin dapat menjadi bahan telaah kita semua. Minum menggunakan madu dicampur dengan air dingin. Hal ini termasuk salah satu keistimewaan untuk menjaga tubuh. Selain itu, madu yang diminum dan bercampur dengan liur, bisa menghilangkan dahak, dapat mencuci lambung dan membersihkannya, berguna untuk menjaga tubuh dari penyakit lever, ginjal dan kandung kencing. Namun begitu, adapula beberapa p?ntangan jika mengid?p penyakit tertentu, misalnya bagi penderita penyakit kuning akut. Namun hal itu bisa dinetralisir dengan mencampurnya dengan cuka buah, sehingga manfaat dari madu akan kembali seperti semula.
Minuman yang di komposisikan antara manis dengan yang dingin, khasiatnya amat baik bagi tubuh. Bahkan berguna untuk menjaga kondisi tubuh, menjaga stamina, menambah energi serta mencegah penyakit jant-ung. Karena itu, jika minuman memiu'ki dua sifat tersebut, bisa juga berfungsi sebagai makanan tambahan dan sekaligus membantu proses masuknya makanan ke dalam tubuh secara lebih baik.
Minuman yang disukai oleh Rasulullah yang dingin dan manis. Biasanya didalamnya terdapat unsur pemanis seperti madu, kismis, kurma ataupun gula. Khasiat dari minuman inilah yang bisa menjaga kesehatannya. Yang dimaksud dengan air yang dingin dan manis dimungkinkan adalah seperti air dari mata air dan sumur jernih. Karena beliau sering meminta dicarikan air tawar. Namun kemungkinan adalah air yang dicampur dengan madu, atau yang dicampur dengan kurma atau kismis tumbuk. Ada beberapa pendapat bahwa yang kedua inilah yang paling tepat, namun sebenarnya bisa mencakup kedua-duanya.
Tidak meminum air langsung dari wadahnya /langsung dari mulut teko/ceret. Dari Abu Hurairah. beliau berkata, "Rasulullah melarang minum langsung dari mulut qirbah (wadah air yang terbuat dari kulit) atau wadah air minum yang lainnya." (HR Bukhari no. 5627). Menurut sebagian ulama, minum langsung dari mulut teko hukumnya adalah haram, namun mayoritas ulama mengatakan hukumnya makruh.
Dari Kabsyah al-Anshariyyah, beliau mengatakan, "Rasulullah masuk ke dalam rumahku 'alu beliau minum dari mulut qirbah yang digantungkan sambil berdiri. Aku lantas menuju qirbah tersebut dan memutus mulut qirbah itu." (HR. Turmudzi dan Ibnu Majah). Hadits ini menunjukkan bolehnya minum dari mulut wadah air. Untuk mengkompromikan dengan hadits-hadits yang melarang, al-Hafidz Ibnu Hajar al-Atsqalani mengatakan, "Hadits tentang bolehnya minum dari mulut wadah air itu berlaku dalam kondisi terpaksa."
Larangan bernafas atau meniup minuman. Dari Ibnu Abbas, "Sesungguhnya Rasulullah melarang untuk bernafas atau meniup wadah air minum." (HR. Turmudzi dan Abu Dawud). Apabila kita hembus, kita ckan mengeluarkan karbondioksida (COz), yang apabila bercampur dgn air (HzO) akan menjadi cuka (HaCO2 yang menyebabkan minuman itu menjadi acidic).
Dalam hadist lain di sebutkan: "Apabila salah seorang diantara kalian minum, janganlah ia bernapas dalam air, tapi hendaknya dijauhkan dulu cangkir minuman dari mulutnya." Minum model ini, mengandung banyak hikmah. Sampai-sampai dalam sabda beliau "...... itu lebih memuaskan, lebih enak dan sehat,". Arti lebih memuaskan disini yakni lebih mengenyangkan, lebih memenuhi selera dan lebih bermanfaat. Arti lebih sehat yakni dapat menyembuhkan "sakit dahaga" karena air tersebut turun ke lambung beberapa kali. Siraman yang dilakukan beberapa kali ini, bermaksud agar lambung tidak terserang hawa dingin sekaligus dalam satu waktu.
Ada juga masalah yang bisa timbul jika menggunakan pola atau minum sekaligus. Yaitu bisa terjadi penyumbatan saluran kerongkongan akibat terlalu banyak air yang masuk, sehingga sulit bernafas. Namun jika seseorang bernafas terlebih dahulu talu meneruskan minumnya, maka ia akan selamat dari kemungkinan itu.
Diantara faedah lain dari cara minum Rasulullah yakni saat minum dengan menjauhkan sejenak secangkir air dari mulutnya, lalu bernafas diluar dan baru meneruskan lagi minumnya. Pada saat meneguk minuman pertama kali, uap yang berasal dari jantung dan lever orang yang minum naik ke atas karena masuknya air dingin kedalam tubuh sehingga uap panas itu secara alami terdesak keluar. Kalau minun.annya secara sekaligus, maka turunnya air dingin akan bersamaan terjadi dengan naiknya uap keatas, mengakibatkan orang tersedak sehingga tidak merasa nikmat lagi saat meneguk air tersebut, tidak memuaskan dan tidak menghilangkan dahaganya secara optimal. Bahkan dari beberapa eksperimen juga di buktikan bahwa cara minum sekaligus yang seperti itu menyebabkan langsung menggempur hati. Inilah yang mengakibatkan sakit.
Minum dengan posisi duduk. Terdapat hadits yang melarang minum sambil berdiri. Dari Anas bin Malik dari Rasulullah SAW bahwasanya beliau melarang seseorang minum dengan berdiri. Qatadah bertanya kepada Anas, "Bagaimana kalau makan?" Anas menjawab, "Kalau makan dengan berdiri itu lebih jelek dan lebih buruk." (HR Muslim)
Minum air sambil berdiri itu tidak baik bagi segi kesehatan. Tapi minum air sambil duduk iebih baik karena air yang masuk dengan cara duduk akan disaring oleh sfringer. Sfringer adalah suatu struktur maskuler (berotot) yang bisa membuka (sehingga air kemih bisa lewat) dan menutup. Setiap air yang kita minum akan disalurkan pada pos-pos penyaringan yang berada di ginjal. Nah jika kita minum berdiri. Air yang kita minum tanpa disaring lagi langsung menuju kandung kemih. Ketika langsung menuju kandung kemih, maka terjadi pengendapan di saluran ureter. Karena banyak limbah-limbah yang menyisa di ureter. Inilah yang bisa menyebabkan penyakit kristal ginjal.
Nabi juga berpesan hendaknya selalu membaca Bismillah sebelum makan dan minum serta menyebut Alhamdulillah seusai makan. Kebiasan ini jika sering dilakukan akan memiliki pengaruh yang amat menakjubkan terutama pada kapasitas untuk memberi manfaat, menolak mudharat dan menambah kenikmatan. Dari Amar bin Abi Salamah, Rasulullah SAW bersabda, "Wahai anakku, jika engkau hendak makan ucapkanlah bismillah, makanlah dengan tangan kananmu dan makanlah makaran yang berada di dekatmu." (HR Thabrani dalam Mu'jam Kabir)
Hal ini juga ditegaskan oleh Imam Ahmad, "kalau makanan memenuhi empat kriteria, maka ia adalah makanan yang sempurna.Yaitu makanan yaag dibacakan bismiilah sebelum disantap, dibacakan alhamdulillah setelah disantap, dimakan oleh banyak orang dan merupakan makanan yang halal."
GOW AE Maret 2011

Tidak ada komentar:
Posting Komentar