
BERMAIN MERUPAKAN KEBUTUHAN ANAK
(GOW AE Maret 2011)
Para pakar sering mengatakan bahwa dunia anak adalah dunia bermain. Bermain dapat berupa aktivitas gerak seperti berlari, melempar bola, memanjat atau kegiatan berpikir seperti menyusun puzzle atau kata-kata dalam sebuah lagu.
Bermain mempunyai arti yang sangat penting dalam kehidupan anak. Anak yang sehat selalu mempunyai dorongan untuk bermain sehingga dapat di katakana bahwa anak yang tidak bermain umumnya dalam keadaan sakit. Para ahli berkesimpulan bahwa anak adalah makhluk yang aktif dan dinamis. Kebutuhan jasmani dan rohani anak yang mendasar sebagian besar dipenuhi melalui bermain, baik bermain sendiri maupun bersama dengan teman (kelompok). Jadi bermain itu merupakan kebutuhan anak.
Bermain ternyata juga mempunyai arti yang banyak bagi anak-anak, diantaranya adalah :
a)Anak memperoleh kesempatan mengembangkan potensi-potensi yang ada padanya.
b)Anak akan menemukan dirinya yaitu kekuatan dan kelemahannnya, kemampuannya serta minat dan kebutuhannya.
c)Memberikan peluang bagi anak untuk berkembang seutuhnya baik fisik, intelektual, bahasa dan perilaku.
d)Anak terbiasa menggunakan seluruh aspek panca inderanya sehingga terlatih dengan baik.
e)Secara alamiah memotivasi anak untuk mengetahui lebih mendalam lagi.
Bermain juga mengandung nilai-nilai yang sangat penting bagi pertumbuhan dan perkembangan anak. Hal ini juga disepakati oleh beberapa ahli yang telah meneliti tentang nilai-nilai bermain. Para peneliti (yygotsky, Elkind, Burnett dan Strom) menemukan bahwa nilai bermain bagi anak sangat luas dan meliputi aspek perkembangan anak, baik aspek fisik, kognitif, bahasa, social, emosional maupun kreativitas,, berikut ringkasannya nilai-nilai bermain ;
a)Nilai bermain bagi pertumbuhan dan perkembangan fisik. Kegiatan dalam bermain bebas seperti berjalan, berlari, melompat, merangkak, melempar dsb sangat besar nilainya bagi pertumbuhan dan perkembangan fisik anak. Dalam kegiatan ini seluruh tubuh anak aktif. Melalui latihan-latihan gerakan tubuhnya anak memperoleh ketrampilan, penguasaan dan keseimbangan badan yang sangat di perlukan dalam kehidupannya kelak. Anak dapat menyalurkan energinya yang berlebihan melalui bermain yang mengandung gerakan-gerakan kasar dan kuat. Peredaran darah, kerja pencernaan makanan dan pernapasan anak menjadi teratur. Di samping itu kegiatan anak yang mempergunakan banyak tenaga dapat menimbulkan nafsu makan dan tidur yang sehat serta meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit.
b)Nilai bermain bagi perkembangan kognitif Vygotsky (1976) menyatakan bahwa ada hubungan yang erat antara bermain dan perkembangan kognitif. Bermain merupakan kesempatan bagi anak untuk bereksplorasi, mengadakan penelitian, percobaan, untuk berkreasi, menemukan serta membentuk dan membangun saat mereka menggambar, bermain air, bermain dengan tanah liat atau plastisin dan bermain baiok. Minat, daya konsentrasi, inisiatif, daya imajinasi dan daya kreasi serta dayafantasi anak dapat dipupuk pula melalui bermain bebas.
c)Nilai bermain bagi perkembangan sosial.
Pada masa prasekolah (Playgroup /TK) anak belajar dasar-dasar tingkah laku sosial sebagai persiapan kehidupan sosialnya di masa mendatang, dimana perkembangan anak tertuju pada upaya untuk menjalajahi serta menguasai lingkungan atau dunianya. Dalam situasi bermain anak-anak akan belajar bergaul dengan anak lai yang mempunyai tuntunan dan hakyang sama dengan dirinya. Bermain bersama merupakan kesempatan yang baik bagi anak untuk belajar meyesuaikan diri dengan keadaan karena banyaknya anak yang bermain serta jumlah alat-alat yang digunakan bersama. Anak belajar membagi alat-alat dan mainan, belajar menunggu giliran/antri, belajar mentaati semua peraturan bermain yang dimainkan bersama. Jadi jelaslah bahwa bermain sangat bermanfaat untuk mengarahkan perkembangan social anak.
d)Nilai bermain bagi perkembangan emosional.
Bermain merupakan suatu saluran keluar bagi ungkapan perasaan-perasaan negative, permusuhan dan penyerangan, misalnya tanah liat/plastin dapat dipukul atau ditumbuk-tumbuk, bola dapat ditendang dan diiempar-lempar ke tembok. Anak dengan bebas mengeluarkan aneka ragam perasaan emosinya denganbermain sepuasnya sampai letih dan melepaskan ketegangan yang dirasakan. Anak membutuhkan pengalaman yang membantu perkembangan emosionalnya kea rah keseimbangan dan kematangan emosi.
Biasanya dalam bermain bersama, anak mengalami pertengkaran dan berebut mainan. Hal ini biasa terjadi dalam proses penyesuaian diri. Secara berangsur-angsur anak mendapat kesempatan untuk mengontrol emosinya, belajar menahan diri dan bersabar. Disamping itu dari pengalaman pertengkaran yang terjadi, anak salah, benar, baik, buruk, jujur, adil, curang, fair, dsb.
Semoga bermanfaat

Tidak ada komentar:
Posting Komentar