WELCOME TO MY BLOG

Rabu, 21 April 2010


KARTINI
(SEBUAH INSPIRASI UNTUK KEMAJUAN KAUM WANITA INDONESIA)
(Jepara, 21 April 1879 - Rembang, 17 September 1904)




Raden Adjeng Kartini atau sebenarnya lebih tepat disebut Raden Ayu Kartini, adalah seorang tokoh Jawa dan Pahlawan Nasional Indonesia. Kartini dikenal sebagai pelopor kebangkitan perempuan pribumi.


Raden Adjeng Kartini adalah seseorang dari kalangan priyayi atau kelas bangsawan Jawa, putri Raden Mas Sosroningrat, bupati Jepara. Beliau putri R.M. Sosroningrat dari istri pertama, tetapi bukan istri utama. Kala itu poligami adalah suatu hal yang biasa.

Kartini lahir dari keluarga ningrat Jawa. Ayahnya, R.M.A.A Sosroningrat, pada mulanya adalah seorang wedana di Mayong. Ibunya bernama M.A. Ngasirah, putri dari Nyai Haji Siti Aminah dan Kyai Haji Madirono, seorang guru agama di Teluwakur, Jepara. Peraturan Kolonial waktu itu mengharuskan seorang bupati beristerikan seorang bangsawan. Karena M.A. Ngasirah bukanlah bangsawan tinggi, maka ayahnya menikah lagi dengan Raden Ajeng Woerjan (Moerjam), keturunan langsung Raja Madura. Setelah perkawinan itu, maka ayah Kartini diangkat menjadi bupati di Jepara menggantikan kedudukan ayah kandung R.A. Woerjan, R.A.A. Tjitrowikromo.

Kartini adalah anak ke-5 dari 11 bersaudara kandung dan tiri. Dari kesemua saudara sekandung, Kartini adalah anak perempuan tertua. Beliau adalah keturunan keluarga yang cerdas. Kakeknya, Pangeran Ario Tjondronegoro IV, diangkat bupati dalam usia 25 tahun. Kakak Kartini, Sosrokartono, adalah seorang yang pintar dalam bidang bahasa.

Sampai usia 12 tahun, Kartini diperbolehkan bersekolah di ELS (Europese Lagere School). Di sini antara lain Kartini belajar bahasa Belanda. Tetapi setelah usia 12 tahun, ia harus tinggal di rumah karena sudah bisa dipingit.

Karena Kartini bisa berbahasa Belanda, maka di rumah ia mulai belajar sendiri dan menulis surat kepada teman-teman korespondensi yang berasal dari Belanda. Salah satunya adalah Rosa Abendanon yang banyak mendukungnya. Dari buku-buku, koran, dan majalah Eropa, Kartini tertarik pada kemajuan berpikir perempuan Eropa. Timbul keinginannya untuk memajukan perempuan pribumi, dimana kondisi sosial saat itu perempuan pribumi berada pada status sosial yang rendah.

Kartini banyak membaca surat kabar Semarang De Locomotief yang diasuh Pieter Brooshooft, ia juga menerima leestrommel (paket majalah yang diedarkan toko buku kepada langganan). Di antaranya terdapat majalah kebudayaan dan ilmu pengetahuan yang cukup berat, juga ada majalah wanita Belanda De Hollandsche Lelie. Kartini pun kemudian beberapa kali mengirimkan tulisannya dan dimuat di De Hollandsche Lelie. Dari surat-suratnya tampak Kartini membaca apa saja dengan penuh perhatian, sambil membuat catatan-catatan. Kadang-kadang Kartini menyebut salah satu karangan atau mengutip beberapa kalimat. Perhatiannya tidak hanya semata-mata soal emansipasi wanita, tapi juga masalah sosial umum. Kartini melihat perjuangan wanita agar memperoleh kebebasan, otonomi dan persamaan hukum sebagai bagian dari gerakan yang lebih luas. Di antara buku yang dibaca Kartini sebelum berumur 20, terdapat judul Max Havelaar dan Surat-Surat Cinta karya Multatuli, yang pada November 1901 sudah dibacanya dua kali. Lalu De Stille Kraacht (Kekuatan Gaib) karya Louis Coperus. Kemudian karya Van Eeden yang bermutu tinggi, karya Augusta de Witt yang sedang-sedang saja, roman-feminis karya Nyonya Goekoop de-Jong Van Beek dan sebuah roman anti-perang karangan Berta Von Suttner, Die Waffen Nieder (Letakkan Senjata). Semuanya berbahasa Belanda.

Oleh orangtuanya, Kartini disuruh menikah dengan bupati Rembang, Raden Adipati Joyodiningrat, yang sudah pernah memiliki tiga istri. Kartini menikah pada tanggal 12 November 1903. Suaminya mengerti keinginan Kartini dan Kartini diberi kebebasan dan didukung mendirikan sekolah wanita di sebelah timur pintu gerbang kompleks kantor kabupaten Rembang, atau di sebuah bangunan yang kini digunakan sebagai Gedung Pramuka.

Anak pertama dan sekaligus terakhirnya, RM Soesalit, lahir pada tanggal 13 September 1904. Beberapa hari kemudian, 17 September 1904, Kartini meninggal pada usia 25 tahun. Kartini dimakamkan di Desa Bulu, Kecamatan Bulu, Rembang.

Berkat kegigihannya Kartini, kemudian didirikan Sekolah Wanita oleh Yayasan Kartini di Semarang pada 1912, dan kemudian di Surabaya, Yogyakarta, Malang, Madiun, Cirebon dan daerah lainnya. Nama sekolah tersebut adalah "Sekolah Kartini". Yayasan Kartini ini didirikan oleh keluarga Van Deventer, seorang tokoh Politik Etis

Presiden Soekarno mengeluarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia No.108 Tahun 1964, tanggal 2 Mei 1964, yang menetapkan Kartini sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional sekaligus menetapkan hari lahir Kartini, tanggal 21 April, untuk diperingati setiap tahun sebagai hari besar yang kemudian dikenal sebagai Hari Kartini.

Setelah Kartini wafat, Mr. J.H. Abendanon mengumpulkan dan membukukan surat-surat yang pernah dikirimkan R.A Kartini pada para teman-temannya di Eropa. Abendanon saat itu menjabat sebagai Menteri Kebudayaan, Agama, dan Kerajinan Hindia Belanda. Buku itu diberi judul Door Duisternis tot Licht yang artinya Habis Gelap Terbitlah Terang. Buku kumpulan surat Kartini ini diterbitkan pada 1911. Buku ini dicetak sebanyak lima kali, dan pada cetakan terakhir terdapat tambahan surat Kartini. Dalam bahasa Inggris, surat-surat Kartini juga pernah diterjemahkan oleh Agnes L. Symmers.

Terbitnya surat-surat Kartini, seorang perempuan pribumi, sangat menarik perhatian masyarakat Belanda, dan pemikiran-pemikiran Kartini mulai mengubah pandangan masyarakat Belanda terhadap perempuan pribumi di Jawa. Pemikiran-pemikiran Kartini yang tertuang dalam surat-suratnya juga menjadi inspirasi bagi tokoh-tokoh kebangkitan nasional Indonesia.

Semoga apa yang diperjuangkan Kartini dapat diteruskan oleh generasi-generasi sekarang, dan semoga apa yang menjadi perjuangan kaum wanita Indonesia (penyetaraan Gender) menjadi terwujud dan bukan menjadi sesuatu yang kebablasan.

Bagaimanapun juga kalau dikaji dari kaca mata agama, setinggi apapun kedudukan seorang wanita / istri, harus tetap dibawah dari kepemimpinan seorang kepala rumah tangga / suami.

Note : dari berbagai sumber

Senin, 19 April 2010


Menyambut Masa Tua dengan penuh suka cita
Proses menjadi tua adalah suatu proses alamiah dimana terjadi perubahan-perubahan pada organ tubuh kita sehingga mempengaruhi fungsinya. Perubahan ini tidak bisa kita elakkan karena sudah menjadi hukum alam. Kita hanya bisa berusaha mengatasi akibat-akibat yang ditimbulkan oleh perubahan organ tubuh tersebut.
Apa yang terjadi apabila kita menjadi tua ?
1. Perubahan Fisik :
Kulit mengendur, wajah keriput, rambut beruban.
Gigi tanggal, penglihatan dan pendengaran berkurang
Mudah lelah, reflek-reflek berkurang.
Tubuh menjadi gemuk, mudah lupa, sukar menerima keadaan yang baru atau ide-ide baru.

2.Perubahan Kejiwaan
Terjadi perubahan tingkah laku, perubahan emosi, perubahan kepribadian, kehilangan kontrol diri dan lain-lain yang memerlukan penyesuaian diri yang kadang-kadang tidak mudah. Tetapi dapat pula membuka kegiatan baru yang dulu sewaktu muda tidak sempat dilakukan karena kesibukan sehari-hari.

3.Perubahan Kegiatan / Kehidupan Seksual
Para pria tua perubahan segi fisik sangat berpengaruh sedangkan pada wanita tua perubahan segi kewajiban lebih berpengaruh. Justru yang mengganggu wanita tua adalah citra tubuhnya. Mereka merasa menjadi lebih jelek karena menjadi lebih gemuk, kulit makin keriput, perut dan pinggul membesar.
Sebetulnya kekurangan-kekurangaan pada pri dan wanita bisa diatasi apabila hubungan suami istri baik , tidak saling menuntut akan kekurangan masing-masing. Kasih sayang jauh lebih berarti dari pada kehidupan seksual meskipun kehidupan seksual juga penting. Semakin tua kita semakin menurun kemampuan seksualnya, tetapi kasih sayang justru semakin bertambah.

BAGAIMANA KITA MENYIKAPINYA?
MENOPAUSE :
Istilah ini sudah sering kita dengar karena semua akan mengalami hal ini. Biasanya terjadi pada usia 45 – 50 tahun dan berlangsung selama 5 tahun. Adapun gejala-gejala yang perlu kita kenal adalah sbb. :
- Rasa panas diseluruh tubuh
- Jantung selalu berdebar-debar
- Selalu berkeringat, sering pusing
- Menjadi gemuk, kulit kering, rambut rontok
- Sulit tidur, cepat lelah, kesemutan, depresi, merasa takut tanpa sebab, dsb.
Banyak wanita pada masa ini merasa gelisah karena merasa sudah tua dan tidak dibutuhkan lagi. Anak-anak sudah remaja dan mencari kesibukan sendiri diluar rumah. Bantuan dari pihak suami sangat dibutuhkan, terutama ungkapan kasih sayang dan menumbuhkan rasa percaya diri. Melakukan kegiatan diluar rumah sangat berguna untuk mengatasi keluhan karena menopause ini.

MERENCANAKAN MAKANAN PADA USIA TUA
1.Makan lebih sering dengan porsi kecil. Ini karena kemampuan tubuh untuk menyerap makanan berkurang.
2.Banyak minum dan mengurangi garam, ini untuk meringankan beban ginjal. Membatasi minum kopi dan teh, ini karena minum kopi dan teh membuat orang tua lebih sulit tidur.

OLAHRAGA PADA USIA TUA
Sebaiknya yang mengikutsertakan gerakan dari seluruh tubuh tetapi bersifat ringan misalnya : jogging, jalan kaki, bersepedah, aerobik, senam, dan lain-lain.

MASA TUA YANG BERGUNA ADALAH MASA TUA YANG BERBAHAGIA
Orang tua dimanapun selalu ingin berguna bagi diri sendiri dan sekitarnya. Mereka senang kalau dibutuhkan misalnya mengasuh cucu, mengawasi rumah, memasang kancing yang lepas, menjahit baju yang robek dan lain-lain.
Tugas-tugas ini membuat para orang tua merasa bahagia dan bergairah hidup karena merasa dibutuhkan.
Kalau kita melarang mereka bekerja dan memanjakan mereka justru membuat mereka frustasi. Kalau ada yang mempunyai hobi hendaknya dikembangkan. Hasil mengembangkan hobi ini tidak hanya berupa materi saja, akan tetapi kepuasan batin dan rasa berguna bahkan lebih penting. Dengan menyadari adanya proses menua yang tidak dapat kita hendari, sebaiknya kita meningkatkan ketaqwaan kepada Tuhan YME, meningkatkan kesabaran,dan ketenangan hidup supaya kita dapat menerima keadaan dan kenyataan menjadi tua.
Demikian yang dapat kami sampaikan sedikit tentang “Menyonsong Masa Tua yang Berguna dan Bahagia”. Meskipun masih jauh dari memuaskan tetapi kami harapkan semoga dapat menjadi masukan yang bermanfaat.
Akhir kata jadikanlah masa tua-mu sebagai hari-hari bahagia, dan bukan menjadi beban bagi keluarga.

GOW AE

Kamis, 15 April 2010


MEMBANGUN CITRA PRIBADI SEORANG WANITA
(DALAM RANGKA MEMPERINGATI HARI KARTINI, 21 APRIL 2010)

“Jadilah perempuan yang berdaya dan mampu berupaya, agar memperoleh pesan terhormat dalam keluarga dan disegani oleh lingkungan dan ditengah masyarakat."

Kalimat diatas mudah sekali diucapkan namun untuk perwujudan dalam kehidupan sehari-hari sulit diterapkan.
Sulit disini bukan berarti tidak bisa, akan tetapi dalam mewujudkannya perlu usaha yang tidak dapat dipandang / dianggap mudah.
"Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-oang yang beriman dan mengerjakan aural saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran " Surat Al-Ashy ayat 2-3.
Bermula dari keimanan terhadap ayat tersebut saya memulai dengan keinginan agar tulisan ini bermanfaat bagi para perempuan terutama yang telah berkeluarga (menjadi istri).
Peran istri dalam menentukan keberhasilan suami sangat besar sekali, demikian juga istri dapat berperan menghancurkan karier suami.
Istri secara bathin paling dekat dengan anggota keluarga karena paling sering berkomunikasi.
Dalam bersosialisasi dan beraktualisasi isteri dalam kapasitasnya sebagai pribadi moupun yang berhubungan dengan profesi suami, secara langsung sebagai pembawa pesan, sehingga tidak berlebihan bila ada seorang ahli komunikasi menyebutkan para istri dengan " They are the message".
Umumnya message (pesan) yang disampaikan ketika berinteraksi dengan orang lain adalah berupa self image atau citra pribadi. Sehingga citra pribadi yang disampaikan oleh sang isteri secara tidak langsung akan mewakili citra lain suami atau dengan kata lain faktor isteri dalam menentukan citra suami sangat besar.


Dalam skala yang lebih luas lagi para isteri akhirnya juga ikut menentukan citra perusahaan / lembaga tempat suami bekerja.
Oleh karena itu perempuan dituntut untuk selalu mengembangkan diri / memperbaiki diri.
Bagi seseorang yang mampu memperbaiki diri dengan kemampuan mengenal dirinya. Insya Allah akan memperoleh kepribadian yang baik, bahkan mempesona.
Banyak hal yang mempengaruhi pribadi yang mempesona, yang perlu menjadi perhatian bagi kaum perempuan diantaranya :
1.Penampilan pribadi yang sangat berkaitan dengan agama dan moral susila. Mereka yang didasari dengan pendidikan agama dengan baik di keluarganya akan berpenampilan lebih baik dibanding dengan yang tidak memperoleh pendidikan agama dengan baik.
2.Mereka yang terbiasa dengan aturan moral dan tata susila dari keluarga akan tampil lebih menarik terutama dalam bertutur kata bersikap dan berperilaku.
3.Penampilan pribadi yang berkaitan dengan kemampuan intelektualitas dan pendidikan seseoran, baik yang diperoleh dari lembaga pendidikan formal dan non formal misal : Kursus, seminar, loka karya termasuk membaca artikel-artikel yang bermanfaat dari media cetak semacam ini.
4.Penampilan yang berkaitan dengan lahiriah atau jasmani seseorang. Seseorang yang dalam kondisi sehat seharusnya mampu beraktualisasi lebih bijaksana dibanding dengan yang kurang sehat (menderita gangguan penyakit).
5.Penampilan pribadi yang berkaitan dengan tiga faktor yang utuh tidak dapat dipisah pisahkan yaitu dengan cara :
a.Membangkitkan rasa percaya diri
b.Mampu mengontrol diri sendiri
c.Membentuk sikap tubuh
Dari sebagai pengamatan, yang paling sering dan sulit didapat seseorang adalah cara membangkitkan percaya diri apalagi kalau sudah berada dihadapan orang banyak.
Rasa percaya diri tiap individu sangat berbeda, ada yang rasa percaya dirinya sangat kuat bahkan berlebihan (over confidante) sampai terkesan kurang mampu mengendalikan diri, namun juga banyak yang rasa percaya dirinya sangat tipis.
Hampir semua orang yang sukses dalam karier atau menjadi terkenal selalu didukung oleh "self image" nya. Self image adalah sesuatu yang terpancar dari dalam diri seseorang, secara wajar merupakan perpaduan dari kepribadian yang seperti tersebut diatas dengan menampilkan fisik yang merupakan tampilan pertama yang dilihat orang, yang terlihat bagaimana cara berbusana dan cara bertutur kata.
Banyak cara untuk mendapatkan ilmu berpenampilan yang memperlihatkan “citra pribadi" diantaranya Pelajari ilmu agama dengan baik, namun tidak berlebihan mengungkapkannya. Karena pelajaran hidup tidak ada habisnya.

GOW AE

Aspek Hukum dan HAM seorang Wanita
(Memperingati Hari Kartini 21 April 2010)


Manusia pertama yang diciptakan Tuhan Yang Maha Kuasa memang bukan perempuan, tapi lelaki, Adam, demikian menurut kitab-kitab suci. Ketika Adam mengeluh kesepian, menurut kalam cerita, Yang Maha Kuasa lalu mengambil sepotong tulang rusuk Adam dan dijadikanlah Hawa. Entahlah, apa karena itu kemudian hingga kini maka kaum perempuan dijadikan sekedar pelengkap di dunia, atau karena faktor lain. Tapi perjalanan sejarah perempuan yang penuh perjuangan, nyatanya, tidak cukup mengubah konstruksi yang sudah berurat akar di kepala-kepala manusia.
Ah, tentu banyak yang mempertanyakan, benarkan perempuan selalu menjadi pelengkap penderita? Tidaklah ini sekedar hanyak kekhawatiran dari kaum aktivis perempuan? Bukankah UUD 1945 dan kedua amandemennya sudah melindungi HAM setiap warga? Benar sekali, bahkan sudah ada UU No. 39 tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia yang mempunyai satu bab khusus tentang hak-hak perempuan. Tambahan lagi, di komunitas international pun telah ditetapkan sejumlah instrumen yang melindungi hak¬hak kaum perempuan.
Namun, apakah arti sebuah dokumen walau penuh dengan cap dan segel emas, jika implementasinya jauh panggang dari api. Lalu apakah itu semua dapat mencegah di wilayah-wilayah serta titik-titik waktu lain di Indonesia yang melukiskan kerentanan kaum perempuan dalam komunitasnya. Lumayanlah ketika kita mendengar bahwa Amandemen II UUD 1945 telah sangat eksplisit merumuskan HAM, termasuk untuk perempuan. Akan tetapi tidak ada satupun yang dapat menjamin bahwa ketentuan itu semua akan segera menjadi landasan baik bagi publik maupun pemerintah.
Dewasa ini berbagai peristiwa yang terjadi telah cukup kiranya untuk menunjukkan bahwasannya perbedaan perlakuan terhadap perempuan bukan hanya dijumpai dalam novel dan di negara seberang atau antah berantah, tapi juga terjadi di Indonesia. Keberadaan perempuan makin terpuruk akhir-akhir ini dengan adanya jumlah yang cukup banyak, baik secara fisik (misainya : perkosaan, mutilasi, penganiayaan, dan perbuatan cabul), psikologis (pelecehan, teror) maupun ekonomis (di PHK).
Masalahnya, walaupun sejumlah aturan perundangan telah mencoba menaikkan derajat perempuan, harus diingat bahwa persoalan peran dan pendudukan perempuan bukan sekedar masalah yuridis semata, tapi jauh lebih mendalam, karena berkenaan dengan hal yang paling mendasar dalam struktur masyarakat. Bahkan ketentuan perundang-undangan yang dimaksudkan untuk menekankan hak perempuan masih jauh dari memadai, karena sebagian besar belum cukup berikan perlindungan pada perempuan, yang secara kodrati, secara fisik berbeda di banding pria. Suami adalah kepala rumah tangga sedangkan Istri adalah ibu rumah tangga, merupakan salah satu rumusan yang ditemukan dalam UU No. 1 tahun 1974 tentang perkawinan yang secara tegas telah menentukan peran perempuan dibanding lelaki dalam kehidupan perkawinan.
Kondisi semacam ini memang harus dikembalikan pada masyarakat sandiri, karena :
Dalam kondisi krisis yang serba tidak jelas pads masa ini, banyak sekali akibat negatif yang dirasakan oleh publik, dan perempuan beserta anak-anak umumnya menderita kondisi yang lebih buruk lagi. kecenderungan perusahaan dalam hal terjadinya kerugian adalah memecat buruh, dan pemecatan buruh perempuan mempunyai tingkat yang lebih tinggi dibanding buruh laki-laki. Keterbatasan dan berkurangnya sumber penghasilan karena PHK misalnya, menyebabkan perempuan bekerja ekstra keras untuk mencukupi kebutuhan dengan dana yang minim yang dapat disuplai ke dalam rumah tangga. Kerusuhan yang diawali konflik yang tidak jelas mengakibatkan tindak kekerasan yang luar biasa di berbagai wilayah Indonesia, dan lagi-lagi perempuan yang lebih banyak sebagai korbannya. Kekerasan seksual dalam berbagai bentuknya, umumnya ditujukan kepada perempuan, yang secara kodrati lebih lemah dari laki-laki sehingga daya ketahanannya tentunya juga lebih lemah.

PERKAWINAN
Apabila semata-mata dilihat dari ketentuan perundang-undangan yang ada secara umum, sulit untuk membuktikan bahwa terdapat diskriminasi terhadap perempuan. Pengecualian ditemukan misalnya dalam UU Perkawinan yang menempatkan perempuan / Istri sebagai ibu rumah tangga sedangkan suami sebagai Kepala keluarga sebagaimana dirumuskan dalam UU Perkawinan No. 1 tahun 1974. Dalam keluarga – keluarga yang terbatas kemampuan ekonominya, telah dijumpai adanya tingkat perkawinan anak dibawah umur. Alasan utama adalah agar keluarga terbebas dari kewajiban untuk membesarkan sang anak, sehingga lebih baik dikawinkan. Efek psikologis dan hukum yang menyertainya merupakan beban yang harus dipikul perempuan.
Satu hal berkenaan dengan perkawinan (dan perceraian) adalah harta dalam perkawinan. Berbagai kasus yang muncul menunjukkan bahwa setelah perceraian, masalah pembagian harta seringkali jadi masalah. Walaupun harta gono-gini adalah hak dari suami istri, akan tetapi pada kenyataannya, lebih sering semua property dibuat atas nama suami, sehingga dalam pembagiannya perempuan banyak dirugikan. Di kota besar hal ini umumnya diselesaikan melalui pengacara, akan tetapi yang terjadi di kota yang jauh dari pengacara dan juga yang tingkat pendidikan perempuannya rendah, dapat dibayangkan apa yang terjadi pada perempuan yang bercerai. Belum lagi apabila anak – anak diserahkan pada sang ibu, pembiayaan yang dibebankan kepadanya sangat luar biasa tanpa tunjangan dari sang ayah. Bahkan menurut beberapa sumber walaupun pengadilan mewajibkan pembayaran tunjangan, sangat sulit untuk merealisasikan.

Tindak Kekerasan
Dalam kondisi yang dipicu oleh konstruksi sosial politik kini, satu fenomena yang menjadi perhatian besar masyarakat akhir-akhir ini, bahkan juga masyarakat internasional, yakni tindak kekerasan perempuan. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa tindak kekerasan terhadap perempuan merupakan ancaman terus menerus bagi perempuan dimanapun di dunia, walaupun diakui bahwa angka tindak kekerasan terhadap laki-laki lebih tinggi dibandingkan terhadap perempuan. Akan tetapi harus diingat bahwasanya kedudukan perempuan disebagian dunia yang tidak dianggap sejajar dengan laki-laki, membuat masalah ini menjadi suatu momok bagi kaum perempuan. Terlebih lagi, rasa takut kaum perempuan terhadap kejahatan jauh lebih tinggi dibandingkan dengan apeayang dirasakan kaum pria Pemyataan ini berlaku diseluruh dunia, tanpa memandang baas wilayah maupun waktu. Walaupun kenyataan menunjukkan bahwa sebagian besar korban kejahatan adalah laki-laki, akan tetapi dapat dipahami bahwa kerentanan wanita secara kodrati membuat mereka rawan terhadap tindak kriminal.

Ketenagakerjaan
Tenaga kerja di Indonesia masih jauh dari harapan untuk memperoleh perlindungan yang layak. UU tentang ketenagakerjaan dan peraturan pelaksanaannya masih mernbuahkan berbagai perdebatan yang sengit antara pengusaha, pemerintah dan bekerja. Berbagai kasus yang terjadi akhir-akhir ini, yang menyebabkan kekhawatiran beberapa pekerja, terutama pekerja perempuan. Tragisnya, kondisi ini tidak hanya dialami tenaga kerja didalam negeri. Pemberian orientasi bagi pekerja perempuan yang akan berangkat ke luar negeri nampaknya sedikit sekali dilakukan, demikian pula upaya perlindungan yang diciptakan pemerintah. Memerlukan upaya yang sungguh-sungguh untuk menangani masalah ini, dan pemerintah selayaknya bertanggung jawab untuk melaksanakannya. Peran pekerja sosial bersama dengan mereka bergerak dalam bidang advokasi hak-hak perempuan pekerja sangat mendorong perbaikan nasib para pekerja perempuan.
Selain itu tidak sedikit ketentuan hukum yang memberikan kekhususan pada perempuan (misalnya: cuti haid, cuti hamil, dsb), namun dalam kenyatannya tidak dipenuhi oleh pengusaha, atau dikurangi hak-haknya. Walaupun sudah muncul keberanian perempuan melawan ketidak adilan semacam ini, tetap saja ada kecenderungan perempuan pekerja untuk berdiam diri. Hal yang disebut terakhir ini tidak dapat dilepaskan dari ketakutan mereka akan di PHK. mengingat begitu terbatasnya pasaran kerja pada masa ini. Padahal, seperti yang ditunjukan oleh BPS dalam Indikator Sosial Wanita Indonesia 1997 (sebelum krisis melanda dengan kencangnya), 13 persen rumah tangga di Indonesia dikepalai oleh seorang perempuan. Ditemukan bahwasannya 65% dari perempuan kepala rumah tangga ini bekerja.

Sering pula diterima laporan bahwa perempuan yang mengandung diwajibkan perusahaan untuk mengundurkan diri, karena cuti hamil tiga bulan tentu saja akan merugikan perusahaan. Kalaupun masih tetap bekerja, ketika kembali ke perusahaan jarang sekali perusahaan yang menyediakan tempat untuk anak bayi, agar sang Ibu dapat membawa anaknya untuk disusui dan lain-lainnya. Kondisi semacam ini tentu saja membuat beratnya beban perempuan yang bekerja. Karena selain bekerja diperusahaan, sekaligus mengurus bayi, dan juga mengurus anggota keluarga yang lain.
Kesehatan
Resiko kehamilan yang tidak direncanakan tentunya ada pada anak – anak perempuan, yang pada titik tertentu meningkatkan pula angka aborsi. Sayang sekali angka yang akurat mengenai aborsi ini tidak dimiliki oleh Departemen Kesehatan, namun berbagai media massa dan penelitian kecil telah menunjukan maraknya angka aborsi dewasa ini.
Ketentuan hukum dalam bidang kesehatan pada dasamya tidak membedakan pemberian pelayanan kesehatan pada perempuan dan laki-laki. Akan tetapi praktek kesehatan masyarakat menunjukkan bahwa tingkat kerawanan kesehatan perempuan umumnya lebih tinggi dibandingkan dengan kaum laki-laki. Contoh yang paling nyata berkenaan dengan kehamilan, kelahiran dan aborsi di atas, yang pada titik ekstrim menyebabkan kematian.
Oleh karena itu, kondisi perempuan di Indonesia dalam berbagai aspek kehidupan memang harus diperjuangkan lebih jauh lagi.
Harapan yang ada adalah bahwa perjuangan untuk meningkatkan kesejahteraan perempuan tidak semata-mata menjadi komitmen kaum perempuan belaka, akan tetapi juga seluruh warga.

GOW AE

Pesan Ibu Untuk Putrinya

Dikisahkan seorang Ibu bernama Ummu Hakim, istri Ikrimah bin Abi Jahl, berpesan kepada putrinya yang akan menikah.
"Wahai anakku, engkau akan meninggalkan tempat dimana engkau dilahirkan Engkau akan meninggalkan tempat dimana engkau dibesarkan dan berpindah ditempat lain yang belum pernah engkau kenal. Engkau memperoleh teman hidup yang belum pernah menemanimu. Dia menjadi berkuasa atas dirimu dan akan menjagamu" lalu sang Ibu melanjutkan" ibu hanya dapat memberi bekal sbb :
1.Temani suamimu dengan hidup sederhana, merasa cukup dengan apa yang ada dan bergaullah dengan baik dan patuh.

2.Jagalah dirimu dihadapan mata dan hidung suamimu, agar engkau tidak kelihatan buruk dalam pandangannya. Jangan sampai dia mencium bau tidak sedap dari badanmu Bercelaklah, karena celak merupakan hiasan terbaik. Ketahuilah bahwa air adalah pengganti terbaik minyak misik jika engkau tak memilikinya.

3.Perhatikanlah dengan baik waktu makan suamimu. Jagalah ketenangan diwaktu dia sedang tidur, karena rasa lapar dapat menimbulkan kemarahan. Dan tidur yang terganggu juga dapat membangkitkan kemarahan.

4.Jagalah keamanan rumah dan keselamatan hartanya serta peliharalah kehormatan suamimu. Hormati anggota – anggota keluarganya. Dengan menjaga keselamatan harta bendanya engkau akan mendapat penghargaan, dan dengan menghormati anggota keluarganya engkau akan mendapat perhatian.

5.Jangan sekali kali membicarakan rahasia suamimu kepada orang lain. Jangan pula engau menentang periritahnya. Jika menyebarkan rahasianya engkau tidak akan jujur pada dirimu, dan jika engkau menentang perintahnya dia akan marah kepadamu.

6.Janganlah engkau. gembira disaat dia sedang merasa gembira, janganlah pula kelihatan sedih jika dia sedang bersedih, Sebab yang pertama menunjukkan sempitnya pikiranmu. Sedangkan yang kedua dapat mengeruhkan pikiran suamimu.

7.Jadilah engkau orang yang paling menghormati suamimu, dia pasti akan menjadi orang yang paling besar memberikan penghargaan kepada dirimu. Jadilah engkau menjadi orang yang paling mudah menyetujui pendapatnya, dia tentu akan menjadi orang yang paling lama menemani hidupmu.

8.Engkau tidak akan dapat memperoleh keinginanmu sebelum engkau mengutamakan kesukaannya ketimbang kesukaanmu sendiri. Atau lebih mengutamakan kesenangannya ketimbang kesenanganmu sendiri. Baik dalam hal-hal yang kamu sukai maupun tidak.

Kata bijak penuh makna itu menampakkan rasa tanggung jawab seorang ibu agar anaknya berbakti kepada sang suami. Bagi Ummu Hakim, Suami adalah sosok diatas segalanya yang wajib dihormati dan ditaati oleh seorang istri. Ketaatan seorang istri bukanlah merendahkan martabatnya, justru malah meninggikan status kemuliaannya. Kiranya pesan ini layak untuk disampaikan pada putri – putri yang akan memasuki pernikahan. Amin
GOW AE

Selasa, 06 April 2010


MEMBANGUN KELUARGA GEMAR BERSEDEKAH

Apabila seorang hamba itu dikehendaki Allah menjadi orang baik, maka orang tersebut dIgunakan Allah untuk memenuhi kebutuhan orang banyak.[HR. Abu Manshur Dailami].

Kebutuhan manusia tidak terbatas. Demikian yang sering dirasakan kebanyakan orang. Buktinya, meski penghasilannya sudah naik dari sejuta menjadi lebih sejuta, masih saja mengeluh kalau banyak kebutuhan keluarganya yang belum terpenuhi; biaya pendidikan anak, ongkos ke sehehatan, dan pembayaran rekening ini dan itu. Akibatnya ia masih harus pontang-panting ke sana ke mari mrncari pekerjaan tambahan untnk mencukupi kebutuhan.
Kemudian saat penghasilannya naik, ternyata 'pengeluarannya' menyesuaikan juga. Yang semula makan cukup di warung tenda pinggir jalan, sekarang merasa sudah tidak nyaman lagi. Seleranya naik, yaitu harus mampir ke rumah makan. Tentu saja pengeluarannya menjadi lebih banyak.
Pakaian, HP, dan kendaraan juga ikut berubah lebih mewah. Istri meminta beli perhiasan kalaung emas yang lebih besar lagi. Alat-alat permainan untuk anak-anak juga lebih mahal. Pengeluaran pun membengkak. Akibatnya penghasilan dirasa belum mencukupi juga. Kerja lagi lebih keras, tapi belum cukup juga. Demikian seterusnya. Yang ada adalah kurang dan kurang. Saat diminta menyisihkan sebagian hartanya untuk berinfaq peduli dhuafa, bagaimana reaksinya? "Mana mungkin saya akan menyisihkan untuk itu, sedangkan untuk keluarga saja belum cukup." Jawabnya minta dipahami. Tapi benarkah kebutuhan kita tidak terbatas ? Bagaimana agar kita bisa mencukupi kebutuhan dengan baik, bahkan bisa menyisihkan untuk belanja di jalan Allah ? Tidakkah kita takut terlambat kedahuluan maut menimpa kita? "Hai orang-orang yang beriman, belanjakanlah (di jalan Allah) sebagian dari rezeki yang telah kami berikan kepadamu sebelum datang hari yang pada hari itu tidak ada lagi jual beli dan tidak ada lagi syafa'at." (QS.A1-Baqarah: 254.)

Jangan Serakah
Persepsi bahwa kebutuhan tidak terbatas bisa membuat kita menghalalkan segala cara. la tidak bisa membedakan mana kebutuhan dan mana keinginan. la paksakan diri memenuhi semua keinginan. Akibatnya sebanyak apapun harta yang dimiliki, masih terasa kurang juga karena keinginan memang tidak terbatas.
Demikian pula demi meraih kemewahan duniawi, ia tidak mempedulikan halal dan haram. Inilah kerusakan agama seseorang akibat terlalu cinta dunia. Rasulullah sudah mengingatkan bahayanya hal ini.
"Tidak ada dua ekor serigala yang buas yang dikirimkan ke tempat kelompok kambing akan lebih banyak membuat kerusakan di situ melebihi kerusakan agama seseorang muslim yang ditimbulkan oleh terlampau cintanya seseorang kepada kehormatan, harta, dan pangkat" (HR.Tirmidzi).
Sebenarnya boleh saja orang menjadi kaya raya, harta berlimpah. Para Rasul dan para Sahabat juga banyak yang kaya raya. Nabi Sulaiman contoh Rasul yang dianugrahi kekayaan sangat banyak, bahkan kerajaan yang besar. Abdurrahman Bin Auf, seorang sahabat utama, termasuk saudagar dengan harta melimpah. Yang harus diwaspadai adalah jangan jiwa ini diperbudak oleh keserakahan.
Orang yang terhinggap penyakit serakah, kalau punya uang berlimpah, yang dipikirkan pertama bukannya yang bisa ia bagi untuk mereka yang kekurangan. Tetapi bagaimana uangnya bisa kian banyak. Kalau ada tetangga miskin yang datang meminta tolong untuk biaya berobat, malah dijadikan kesempatan memperkaya diri. Bukan berniat menolong, tapi untuk memerasnya. Dia meminta jaminan sertifikat atau apa saja. Dan uangnya haru dikembalikan dengan beranak pinak alias riba. Saat orang miskin itu kesulitan mengembalikan karena terjerat rentenir, tak ada pilihan kccuali menyerahkan asetnya itu. Astaghfirullah...
Dalam dosis yang lebih kecil, keserakahan mungkin tidak langsung merugikan orang lain seperti itu. Persepsi bahwa kebutuhan tidak terbatas mengandung semangat keserakahan. Akibatnya, seperti tertulis di depan, setiap bertambah penghasilan, tidak membuat kita berbagi, tetapi justru menuruti selera duniawi. Sibuk memoles kemewahan, padahal ada saudara yang kita kelaparan.
Tenangkan hati dan jernihkan pikiran. Bertanyalah dengan jujur pada diri sendiri, inikah sikap yang sesuai hati nurani kita? Tegakah kita membiarkan saudara kita yang lemah? Ingatlah kita akan kembali kepada Allah. Apa yang kita bawa saat kita terbungkus kain kafan berkalang tanah di liang lahat?
Harta kekayaan dan kemewahan akan tertinggal. Hanya infaq dijalan Allah itulah yang akan menyertai seorang hamba menghadap-Nya.

Programkan
Untuk memberdayakan diri mampu berinfaq, tanamkan dalam hati bahwa sebenarnya kebutuhan kita bukannya tidak terbatas, tetapi terbatas. Makan sehari cukup tiga piring nasi. Dalam sebulan sembilan puluh piring nasi, atau sekitar sembilan kilo beras. Kebutuhan-kebutuhan lain juga bisa dihitung secara proposional.
Ingat, bedakan antara kebutuhan dan keinginan. Jadi kalau saat ini kita sudah punya cadangan beras untuk makan keluarga lebih dari sembilan kilo beras perorang dan kebutuhan lainnya sudah cukup dianggarkan, sebenarnya dalam bulan ini kita sudah bisa berbagi pada mereka yang kesulitan makan.
Rasulullah suatu kali setelah sholat bukannya berdzikir seperti biasanya, tapi langsung pulang. Para sahabat pun menanyakan, ada apa? Beliau mengatakan, hari ini masih ada uang dirham di saku.
Beliau tidak ingin menahan rezeki Allah itu dan ingin segera berbagi untuk disedekahkan pada mereka yang membutuhkan. Itulah teladan yang diberikan Rasulullah.
Untuk mengikuti beliau otot-otot rohani kita mesti dilatih. Misalnya saat bulan ini mendapat penghasilan, uang itu jangan langsung masuk ke rekening kita. Tapi sisihkan dari anggaran kebutuhan kita untuk program bersedekah. Uang ini dikelola tesendiri, misal bisa dipercayakan pada istri atau anak kita. Dengan begitu secara psikis hubungan kita dengan uang itu sudah tidak terlalu kuat. Misalnya bulan ini kita programkan menyisihkan untuk bersedekah tiga ratus ribu. Saat ada program peduli dhuafa kita akan dengan mudah mengambildari uang tadi.
Anak-anak secara dini juga dilatih dengan cara seperti itu. Mereka sejak mula memang telah sengaja menyisihkan mulai dari depan. (kalau nunggu sisanya, bisa tak akan tersisa. Ingatkan: "kalau beli jajan untuk kebutuhan dan keinginan fisiknya, bersedekah untuk kebutuhan rohaninya." Dengan begitu kepedulian dan kekuatan otot berbaginya sudah terlatih sejak mula. Mereka pun akan gemar bersedekah.
Tak perlu menunggu kaya raya untuk berbagi. Ada seorang tukang becak yang penghasilannya terbatas pun ternyata bisa juga berbagi. Bagaimana ia mengelola niat baiknya itu ? Kalau memenuhi keinginan, pasti tak akan pernah cukup. Akhirnya ia memutuskan untuk berbagi yaitu selama kerja seminggu, khusus hari jum'at ia tidak meminta upah kepada penumpangnya. Saat para penumpangnya memberikan uang upah, ia menolak dengan halus. "Hari ini saya ingin bersedekah," katanya sopan.
Ya Allah betapa banyak nikmat Engkau titipkan kepada hamba. Maafkan jika selama ini hamba belum menunaikan amanah secara baik untuk hamba-hamba-Mu yang membutuhkan. Kami dzolim ya Allah. Bukakan pintu rahamat-Mu, agar kami dan keluarga, serta anak-anak kami juga memiliki kekuatan jiwa untuk berbagi seperti hamba-pilihan-Mu. Menjadi jalan kebaikan untuk memenuhi kebutuhan sesama.
GOW AE

Gaya Hidup Sehat dan Pola Makanan Bergizi

Era globalisasi yang dicirikan oleh pesatnya perdagangan. industri pengolahan pangan. jasa dan informasi akan mengubah gaya hidup dan pola konsumsi makan masyarakat, terutama di perkotaan. Melalui rekayasa ilmu pengetahuan dan teknologi maka selera terhadap produk teknoiogi pangan tidak lagi bersifat lokal, tetapi menjadi global. Dalam waktu refafif singkat telah diperkenalkan selera makanan gaya fastfood maupun health food yang populer di Amerika dan Eropa. Budaya makan telah berubah menjadi tinggi lemak jenuh dan gula, rendah serat, dan rendah zat gizi mikro.
Perubahan selera makan ini cenderung menjauhi konsep makanan seimbang sehingga berdampak negatif terhadap kesehalan dan gizi. Pola makan tinggi lemak jenuh dan gula, rendah serat, dan rendah zat gizi mikro akan menyebabkan masalah kegemukan, gizi lebih serta meningkatkan radikal bebas yang dapat memicu muncumya penyakit dcgeneratif. Fenomena inilah yang kemudian dikenal sebagi penyakit kemakmuran. Bergesemya pola makan ini akan berpengaruh negatif terhadap nilai dan citra makanan Indonesia yang merupakan aset budaya dan ekonomi bangsa.

FASTFOOD JADI MENU FAVORIT
Apa menu santap malam bagi keluarga Anda hari ini? Sepiring chicken nugget goreng. tumis sosis dengan telur dadar. atau semangkuk sup jagung instan? Atau mungkin. Anda memilih untuk mengangkat ganggang telepon dan memesan hidangan di restoran fastfood favorit keluarga? Komposisi hidangan seperti ini makin sering ditemukan di meja makan.
Seorang ahli gizi mengatakan. "Meningkatnya kebutuhan dalam hidup menyebabkan kian banyaknya wanita yang memilih untuk meniti karier. Selain untuk aktuatisasj diri, alasan lainnya adalah untuk mencukupi biaya hidup di kota besar, yang jumiahnya kian lama kian tinggi. Akibatnya, para wanita tersebut kekurangan waktu untuk menyiapkan makanan bagi dhinya sendiri dan bagi keluarganya, berdasarkan komposisi gizi yang seimbang".
Hal ini berujung pada pemilihan bahan maakanan olahan yang mudah diproses. Makanan olahan juga rata-rata memiliki cita rasa "gurih". sehingga disukai oleh seluruh anggota keluarga. Tak mengherankan. Anda dan keluarga jadi "kecaaduan” dan lebih memiiih mengonsumsi makanan "setengah jadi" tersebut, dibandingkan makanan yang diolah di dapur dalam kondisi segar.
Karena itu, pada sebagian besar kduarga modern, bahan makanan seperti chicken nugget, sosis. bakso, juga produk sayuran kering. tak pernah absen dari lemari pendingin. Selain produk makanan olahan, pilihan wanita juga kerap jatuh pada menu restoran fastfood,, seperti pizza, bugger, dan lain sebagainya. "Padahal. sebagian besar makanan fastfood yang kaya lemak. tak baik bagi kesehatan,"

ASUPAN MAKAN BURUK PENGARUHI OTAK
Selain terkait dengan kebugaran fisik. jenis asupan makanan sehari-hari jika amat mempengamhi perkembangan serta kemampuan otak untuk berpikir. Seorang psikolog, membeberkan hasil penelitian yang dilakukannya terhadap anak bcrusia 6-12 tahun. "Seorang anak membutuhkan asupan makanan bergizi dalam jumJah cukup untuk memaksimalkan perkembangan dan kekuatan fungsi otak. Jika ia melewatkan sarapan, maka kemampuan berkonsentrasi dan daya ingatnya akan menurun sebesar 15%".
Bukan hanya itu, asupan makanan yang cukup juga akan berpenganih langsung terhadap kemampuan seseorang dalam mengelola stres. Saat terserang stres. baik secara fistk maupun emosionaL tubuh melepas hormon adrenalin dalam Jumlah besar. Untuk mengembalikan komposisi hormon ke dalam kondisi normal. dibutuhkan energi dan protein dalam jumlah besar. Beberapa zat nutiisi, seperti vitamin C, B kompleks, dan E, serta mineral seperti kalsium dan fosfor. juga sejenis asam amino bernama lisio; sangat berperan dalam menetralisasi konsentrasi hormon di dalam tubuh.
Karena itu, jangan heran apabila Anda kerap merasa kesulitan untuk berkonsentrasi dan sering kali merasakan pikiran 'kusut". Coba diingat-ingat, apakah kebutuhan asupan makanan Anda selama beberapa hari ini sudah cukup terpenuhi?

POLA KONSUMSI PANGAN YANG DIANJURKAN
Pada umumnya telah diketahui bahwa lima kelompok zat gizi selain air yang esensial diperlukan tubub manusia adalah protein, karbohidrat, lemak. vitamin, dan mineral. Berbagai zat gizi ini dapat disediakan oleh beragam pangan yang terdapat dalam pangan yang dikonsumsi. Sejumlah golongan bahan pangan yang tersusun secara seimbang akan mampu memenuhi kcbutuhan zat gizi. Golongan pangan tersebut mencakup :
1) Padi-padian
2) Umbi-umbian
3) Pangan hewani
4) Minyak dan lemak
5) Buah dan biji berminyak
6) Kacang-kacangan
7) Gula
8) Sayuran dan buah-buahan
9) Lain-lain
Kesembilan kelompok pangan inilah yang terdapat dalam PPH (Pola Pangan Harapan) yang dijabarkan dari triguna pangan. Oleh karena itu, konsep PPH merupakan manifestasi konsep gizi seimbang.
Selain PPH, konsep gizi seimbang terdapat dalam slogan empal sehat lima sempurna yaitu pangan pokok, lauk-pauk, sayuran, buah. serta minum susu bila mampu. Dengan adanya perkembangan IPTEK diperlukan pesan-pesan gizi agar masyarakat tetap dapat mewujudkan derajat kesehatan dengan optimal.
Departemen kesehatan memromosikan pedoman pangan atau pedomais gizi yang disebut dengan PUGS (Pedoman Umum Gizi Seimbang). PUGS ini merupakan penyempumaan dari empat sehat lima sempurna. PUGS meliputi 13 pesan dasar gizi seimbang seperti berikut :
1. Makanlah aneka ragam pangan.
2. Makanlah pangan untuk memenuhi kecukupan energi.
3. Makanlah sumber karbohidrat setengah dari kebutuhan energi.
Catatan: pangan sumber karbohidrat dibatasi konsumsinya yaitu antara 50-60%. Anjuran proporsi energi yang berasal dari karbohidrat kompleks yaitu kelompok padi-padian adalah 50%, umbi-umbian 6%, serta karbohidrat sederhana yaitu gala sebesar 5% atau sekitar 3-4 sendok makan sehari
4. Batasi konsumsi lemak dan minyak sampai seperempat dari kecukupan energi.
Catatan: konsumsi lemak berkisar antara 10-25% dari kebutuhan energi atau jika dalam bentuk minyak sekitar 3-4 sendok makan sehari.
5. Gunakan garam beryodium.
Catalan: konsumsi garam beryodium dibatasi sampai 6g atau satu sendok teh setiap hari.
6. Makanlah sumber zat besi
Catatan: pangan sumber zat besi adalah pangan hewani, kacang-kacangan, sayuran berwarna hijau tua. Adanya protein hewani, vitamin C, dan vitamin A, dan asam folat membantu penyerapan zat besi dalam tubuh.
7. Berikan ASI saja pada bayi sampai usia 4 bulan (ASl Eksklusif)
Catatan: ASI mempunyai 3 kelebihan yaitu aspek gizi (tidak ada pangan yang menyediakan zat gizi secara lengkap kecuali ASI), kekebalan (ASI mengandung kolostrum bahan anti penyakit) dan kejiwaan (jalinan kasih sayang penting untuk perkembangan mental dan kecerdasan anak).
GOW AE