WELCOME TO MY BLOG

Kamis, 31 Desember 2009


Innalillahi Wainnailaihi Rojiun

IN MEMORIAM GUS DUR
KH.Abdurrahman Wahid yang akrab disapa Gus Dur mantan Presiden RI ke-4, kini telah tiada dan meninggalkan sejuta kenangan bagi kita yang ditinggalkan. Beliau adalah cucu KH.Hasyim Asy’ari pendiri NU organisasi Islam terbesar di negeri ini dan ayahnya KH Wahid Hasyim adalah menteri agama pertama di Indonesia. Menurut SBY dengan kepergian Gus Dur bangsa Indonesia telah kehilangan salah satu putra terbaik bangsa, beliau seorang guru dan bapak bangsa serta seorang negarawan terhormat .Gus Dur kata SBY dikenal sebagai salah satu pemimpin dan pemikir Islam yang sangat dihormati di Indonesia maupun dunia. Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsudin yang juga hadir pada pemakaman Gus Dur mengatakan bahwa Gus Dur merupakan tokoh yang punya reputasi nasional walaupun tak sedikit idenya kontroversial banyak juga ide almarhum yang bermanfaat bagi bangsa terutama untuk penguatan kemajemukan dan dorongan demokrasi. Selamat jalan bapak bangsa dan bapak pluralisme semoga arwahmu berada disisi Alloh SWT dan diterima semua amal baikmu. Amin.

Kami sangat berduka cita yang mendalam .... Selamat jalan Bapak Bangsa Kami semua sangat merasa kehilangan sosok pemimpin umat yang baik dan bersahabat.

Selasa, 22 Desember 2009

Oiii ... buat para Ibu di seluruh Dunia ...... I love you pullllllllll ........

Memaknai Hari Ibu
Gema sumpah pemuda dan alunan lagu indonesia raya yang pada tanggal 28 oktober 20@§ digelorakan dalam kongres pemuda indonesia, menggugah semangat para pimpinan perkumpulan kaum perempuan untuk mempersatukan diri dalam satu kesatuan wadah mandiri. pada saat itu/ sebagian besar perkumpulan masih merupakan bagian dari/organisasi pemuda pejuang pergerakan bangsa.
Selanjutnya atas prakarsa perempuan pejuang pergerakan kemerdekaan pada tanggal 22 - 25pesember l928 diselenggarakan kongres perempuan indonesia yang pertama kali di yogyakarta. salah satu keputusannya adalah dibentukyna satu organisasi federasi yang mandiri, dengan nama Perikatan Perkumpulan Perempuan Indonesia (PPPI). Melalui pppi tersebut terjalinlah kesatuan semangat juang kaum perempuan untuk secara bersama-sama kaum laki-laki , berjuang meningkatkan harkat dan martabat bangsa Indonesia, menjadi bangsa yang merdeka dan berjuang bersama-sama kaum perempuan untuk meningkatkan harkat dan martabat perempuan Indonesia menjadi perempuan yang maju. Pada tahun 1929 perikatan perkumpulan perempuan Indonesia (PPPI) berganti nama menjadi perikatan perkumpulan istri indonesia (PPII) pada tahun 1935 diadakan kongres perempuan Indonesia II di Jakarta. kongres tersebut disamping berhasil membentuk badan kongres perempuan indonesia juga menetapkan fungsi utama perempuan Indonesia sebagai ibu bangsa yang berkewajiban menumbuhkan dan mendidik generasi baru yang lebih meyadari, lebih tebal rasa kebangsaannya.
Pada tahun 1938 kongres perempuan Indonesia III di bandung menyatakan bahwa tanggal 22 Desember sebagai hari ibu. selanjutnya dikukuhkan oleh pemerintah dengan keputusan presiden nomor 316 tahun 1959 tentang hari-hari nasional yang bukan hari libur tertanggal 16 desember 1959 yang menetapkan bahwa hari ibu tanggal 22 desember merupakan hari nasional dan bukan hari libur. Tahun 1946 badan ini menjadi kongres wanita indonesia disingkat kowani, yang sampai saat ini terus berkiprah sesuai aspirasi tuntutan jaman. Peristiwa besar yang terjadi pada tanggal 22 desember tersebut dijadikan tonggak sejarah bagi kesatuan pergerakan perempuan Indonesia. hari ibu oleh bangsa Indonesia dimengerti tidak hanya untuk menghargai jasa-jasa perempuan sebagai seorang ibu, tetapi juga jasa perempuan secara menyeluruh baik sebagai ibu dan istri maupun sebagai warga negara, warga masyarakat dan sebagai abdi tuhan yang maha esa serta sebagai pejuang dalam merebut, menegakan dan mengisi kemerdekaan dengan pembangunan nasional peringatan hari ibu dimaksudkan untuk senantiasa (untuk mengingatkan seluruh rakyat Indonesia terutama generasi muda, akan makna hari ibu/sebagai hari kebangkitan serta persatuan dan kesatuan perjuangan kaum perempuan yang tidak terpisahkan dari kebangkitan perjuangan bangsa. untuk itu perlu diwarisi api semangat juang guna senantiasa mempertebal tekad untuk melanjutkan perjuangan nasional menuju terwujudnya masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan pancasila dan uud 1945. Semangat perjuangan kaum perempuan Indonesia tersebut sebagaimana tercermin dalam lambang hari ibu berupa setangkai bunga melati dengan kuntumnya, yang menggambarkan :
1.kasih sayang kodrati antara ibu dan anak
2.kekuatan, kesucian antara ibu dan pengorbanan anak
3.kesadaran wanita untuk menggalang kesatuan dan persatuan, keikhlasan bakti dalam pembangunan bangsa dan negara.
Semboyan pada lambang hari ibu "merdeka melaksanakan darma", mengandung arti bahwa tercapainya persamaan kedudukan, hak, kewajiban dan kesempatan antara kaum perempuan dan kaum laki-laki merupakan
kemitrasejajaran yang perlu diwujudkan dalam kehidupan berkeluarga, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara demi keutuhan, kemajuan dan kedamaian bagi bangsa Indonesia.

Senin, 21 Desember 2009


Jalani hidup dengan senyuman .....
Hadapi segala masalah dengan hati yang bersih ..........
jauhkan diri dari sifat dengki dan iri hati .........
it's number one berusaha menyenangkan hati orang lain .............