
Etiket Pergaulan
Tata Krama, masih pentingkah ?
Suatu sore di kamar periksa di hadapanku duduk seorang cewek penampilannya ok, katanya lho mahasiswa sebuah PTN, waktu batuk-batuk panjang mulutnya tidak ditutupi, memalingkan kepala pun tidak (resiko profesi dapat kiriman virus gratis), belum selesai kalimatku memberi penjelasan tentang penyakitnya tiba-tiba ponselnya berbunyi, cepat-cepat diterimanya, mendengar gaya bicaranya pasti dari sang pacar. Sampai beberapa menit aku sabar menunggu, tetapi tidaklah demikian bayi diruang tunggu, terdengar menangis rewel terus.
Aku diundang makan malam di suatu acara syukuran, makannya secara table dinner ada kejadian “menarik. Ketika ada seorang tamu mengambil lauk pauk dari piring lauk dengan garpu yang sudah dipakainya makan.
Lagi, temanku pernah bercerita ketika belanja membayar dikasir uang kembaliannya kebanyakan ketika kasir dikonfirmasi tampak cemberut dan berterima kasihpun tidak, boro-boro minta maaf padahal andai temanku diam saja tentunya si kasir harus mengganti rugi bukan ?
Boleh jadi apa yang kuceritakan di atas atau contoh-contoh lain teman-teman pernah mengalami, lalu timbul pertanyaan benarkah anggapan bahwa orang-orang zaman sekarang terutama anak-anak muda telah menepis tata krama atau etiketnya? Sejak kecil orang tua kita telah mengajarkan berbagai etiket kepada kita. Tetapi sudahkah kita mewariskan kepada anak/cucu kita? Lebih jauh sudahkah anak/cucu kita melaksanakan dengan baik ?
Pada zaman kini ada yang berpendapat memang tidak mudah lagi mengetarpkan etiket dalam pergaulan sehari-hari. Aktivitas masyarakt yang makin padat membuat waktu berbasa-basi dengan masyarakat makin sempit, pokoknya semua asal cepat, praktis dan to the point. Kini tehnologi semakin canggih, telepon, sms, e-mail, fax dan lain-lain sehingga manusia makin jarang bertemu secara langsung. Mungkin kesibukan pula yang menyebabkan orang tua tak lagi banyak mengajarkan tata krama pada anak-anak? Angin reformasi di Indonesia sedikit banyak ikut mempengaruhi menipisnya budaya tata krama, kaum muda kini cenderung mengekspresikan diri secara lebih bebas sehingga tidak terlalu menjaga sopan santun, tak jarang yang tertata krama dianggap kuno, tidak sesuai dengan demokrasi yang berlangsung di negara kita bahkan ada yang menganggap feodal.
Apakh etiket atau tata krama itu? Etiket dari bahasa Perancis Etiquette adalah aturan sopan santun dalam pergaulan. Orang yang mengerti dan menghayati etiket akan lebih berhasl dalam pergaulan sehari-hari dan pekerjaannya, kata para pakar psikologi apapun latar belakang lunturnya budaya sopan santun ditengah masyarakat kita, tata krama tetap penting dan baik dipertahankan, karena sampai kapanpun manusia akan saling berinteraksi dan saling membutuhkan. Untuk itu dibutuhkan aturan-aturan bersama agar interaksi itu berlangsung aman bagi semua pihak.
Baik untuk diketahui dasar-dasar etiket adalah :
1.Sopan dan ramah kepada siapa saja
2.Memberi perhatian kepada orang lain
3.Memiliki rasa tepo sliro – toleransi
4.Dapat menguasai diri, mengendalikan emosi dalam setiap situasi walau diri sendiri dalam keadaan emosi negatif
Apakah manfaat etiket dalam kehidupan kita :
1.Membuat seseorang memiliki rasa percaya diri menghadapi masyarakat dari tingkat manapun
2.Membuat seseorang disegani, dihormati, dan disenangi orang lain
3.Kemudahan hubungan baik dengan orang lain
4.Dapat memelihara suasana yang baik di lingkungan, keluarga, tempat kerja dan diantara teman-teman
Nah berikut mari kita simak beberapa etiket yang bisa untuk diterapkan sehari-hari sambil refresing.
Etiket Bertamu
1.Bila mungkin membuat jani dulu agar tidak mengganggu kegiatan tuan rumah dan kita tidak kecelek, tuan rumah pergi (syukur-syukur lalu disiapkan suguhan untuk kita)
2.Suda berjanji bertamu harus ditepati, kalau tiba-tiba batal harus memberi tahu
3.Hindari bertamu pada jam istirahat, kecuali dari luar kota
4.Jangan duduk dikursi dulu sebelum dipersilahkan duduk
5.Hindari cekcok, berdebat, kata jorok, tertawa berlebihan
6.Menikmati hidangan sesudah dipersiapkan tuan rumah
7.Bertamulah dalam waktu secukupnya, bila menginap jangan lebih dari 3 hari akan membosankan dan merepotkan
Etiket menerima tamu
1.Bila sudah ada janji sebaiknya tuan rumah sudah siap sebelum tamu datang
2.Sambutlah kedatangan tamu dan demikian pula waktu tamu akan pulang dengan berdiri, antarkan tamu sampai dipintu
3.Bersikaplah ramah, berpakaian sopan , sebaiknya tidak dasteran
4.Bila menyuguh minuman panas taruh dicangkir bercawan, sedang minuman dingin taruh di gelas, memegang gelas pada dasar gelas bukan bibir gelas
5.Jangan lupa mengucapkan terima kasih atas kunjungan tamu
Etiket bersalaman
1.Lama jabat tangan 3-4 detik
2.Kontak mata dengan lawan bersalaman sambil tersenyum
3.cara bersalaman dengan atasan atau orang yang lebih tua : tunggu dia yang mengulurkan tangan terlebih dahulu, bila dia tidak mengulurkan tangan kita jangan mengulurkan tangan dulu, cukup membungkukkan badan sedikit.
Etiket makan
1.Taruhlah serbet makan yang disediakan di atas meja direntangkan di atas pangkuan, tidak benar dikalungkan di leher, serbet ini tidak untuk melap piring/sendok atau menyeka keringat.
2.Bila jamuan makan bersama dalam meja : orang lebih tua atau yang lebih tinggi pangkatnya mengambil makanan terlebih dahulu.
3.Kedua siku dikembangkan tetapi mepet di kanan dan kiri badan. Siku dan lengan bawah tidak ditaruh di atas meja
4.Cara memegang sendok : sendok dijepit dengan ibu jari dan telunjuk tangan kanan pada tangkai sendok, ketiga jari yang lain menahan tangkai sendok bagian lebih pangkal, jangan terbalik ibu hari dan telunjuk di pangkal sendok lalu ketiga jari lain diujung tangkai sendok. Demikian juga cara memegang garpu di tangan kiri
5.Mengunyah dengan mulut tertutup tidak berbunyi, hindari bicara waktu mulut masih penuh
6.Mengambil lauk dengan sendok / garpu yang disediakan
7.Tidak dibenarkan meniup-niup hidangan yang panas
8.Bila terpaksa boleh membersihkan gigi dengan tusuk gigi sesudah makan selesai dan mulut ditutup tangan
9.Dilarang merokok selama di meja makan
10.Sebelum orang yang senior berdiri meninggalkan meja makan kita tidak boleh mendahului meninggalkan meja makan, harus minta ijin.
Etiket berbincang bincang
1.Hindari membicarakan kekurangan atau keburukan orang lain
2.Tidak mempermalukan orang lain di depan umum
3.Tidak monopoli pembicaraan, memotong pembicaraan orang lain
4.Pada sat bicara pandangan diarahkan pada lawan bicara, pandangan tidak ke HP, sambil baca koran / majalah ini untuk menghargai lawan bicara kita
5.Bila ada telepon di HP anda mintalah ijin menerimanya dan bicara secukupnya
Etiket bertelepon
1.Use smilling voice, caranya ? gampang saja sambil mengangkat gagang telepon kembangkan senyum. Nada yang keluar akan ceria dan ramah
2.Ucapkan salam sebelum atau sesudah pembicaraan
3.Perhatian penuh waktu bicara, hindari sambil makan / minum, berbicara dengan orang lain, sms, anda harus tulus mendengar lawan bicara anda. Walau dia tidak dapat melihat anda tetapi jalan pikiran anda dapat dirasakannya
4.Bila menerima telpon salah sambung jangan dimarahi
5.Bila ada pesan sampaikan kepada yang bersangkutan
Etiket berkendaraan
A.Mobil
1.Orang lebih tua / dihormati duduk di baris belakang sopir
2.Bila sopirnye keluarga / teman : salah satu duduk di sisi sopir
3.Bila sopirnya pekerja : duduk di baris belakang sopir
B.Becak
1.Wanita duduk di kiri, pria duduk di kanan
2.Naik becak wanita dulu, turun becak pria dulu
Ucapan tolong, terima kasih dan maaf
1.Tolong
Bila ingin minta tolong biasakan ucapkan tolong, misal kepada suami, anak, cucu, pembantu dll. Kata tolong bisa bermakna menyuruh yang diperhalus, kemudian ucapkan terima kasih. Ini membuat anda dihargai dan yang dimintai tolong melaksanakan dengan senang.
2.Terima kasih
Baik dibiasakan juga diucapkan pada saat :
a.ditawari sesuatu walau anda menolak, misal ditawari kue, singgah di rumah teman, diajak pergi dll
b.waktu mendapat layanan di rumah sakit, di bank, di restoran dll, walaupun untuk ini anda membayar
3.Maaf
Ucapkan maaf bila berbuat kesalahan, kekeliruan jangan gengsi
Kata tolong, terima kasih dan maaf jangan diucapkan dengan cemberut atau berpaling ke orang lain, akan tidak ada artinya.
Etiket berkenalan
1.Memperkenalkan orang dengan mengucapkan nama yang jelas
2.Yang lebih muda dikenalkan kepada orang yang lebih tua
3.Pria dikenalkan kepada wanita
4.Yang lebih yunior / pangkat lebih rendah dikenalkan kepada yang lebih senior / yang lebih dihormati
5.Bila perlu boleh memperkenalkan diri
Perbuatan yang tidak sopan
1.Menanyakan harga barang milik orang lain
Apa lagi menanyakan harga baju, tas, perhiasan dll yang sedang dipakai
2.Menanyakan masalah pribadi
3.Selalu mengkritik
Ada orang yang suka mengkritik, hampir semua dikritik, jangan membesar-besarkan kekurangan orang lain, namun lebih baik memperhatikan atau mengenang kebaikan-kebaikan orang lain. Manusia tidak ada yang sempurna, kita sendiri juga punya kekurangan
4.Mengkorek gigi
Membersihkan gigi dengan tusuk gigi di depan orang lain dengan mulut terbuka, sambil bercakap-cakap. Yang benar dilakukan dengan mulut ditutup tangan kiri, tangan kanan pegang tusuk gigi.
5.Membuang ingus
Bila dilakukan di mana saja dan kapan saja, sebaiknya dengan sapu tangan atau tissue dan jangan bersuara keras
6.Suka berdebat
Ada orang yang suka berdebat terus bersitegang sampai menang. Bila ada beda pendapat sebaiknya bertukar pikiran dengan ramah, damai, jangan menyinggung pribadi
7.Menggunting kuku di depan umum
8.Sifat ingin tahu
Sifat ingin tahu adalah baik bila diterapkan terhadap ilmu pengetahuan. Jangan lakukan :
a.bila ada 2 orang berbisik-bisik kita bertanya hal yang dibisikkan
b.bila bukan urusan bersama menanyakan pembicaraan telepon yang baru diterima teman
c.Mendengarkan pembicaraan telepon orang lain
d.Membaca surat yang ditujukan untuk orang lain
Etiket tidak diciptakan untuk membedakan mansuia, dilakukan kepada setiap[ orang baik yang kaya, pendidikan tinggi, berkuasa maupun kepada yang status sosial di bawah kita.
Senyum ... senyum ... anda akan mudah diterima di setiap lingkungan pergaulan















